Lupa Ultahnya Sendiri, Lelaki ini Bagi-bagi Uang


Saya ngga kaget, sumpah! Kalo ternyata saya sendiri bahkan lupa ini hari ulang tahun saya, sepertinya kalo ngga ada neneknya Kakang (anak saya yang cikal dan masih satu-satunya) yang mengingatkan saya, dan tentu saja timeline facebook, sepertinya sepanjang hari saya akan lupa kalo hari ini adalah 1 November.

Selain karena saya memang ngga meng"sakral"kan hari kelahiran saya sendiri, hari ini bertepatan juga dengan sabtu di minggu terakhir, salah satu hari paling "sakral" dan penting untuk teman-teman karyawan di konveksi saya, iya... payday, hari gajian gitu loh. Setiap hari gajian selalu menguras waktu, energi, pikiran, kadang emosi, dan tentu saja uang hehe... Seorang kawan mengilustrasikannya seperti ini: "Pas bagian penjumlahan dan perkalian senangnya minta ampun liat angka di kalkulator, tapi pas bagian akhir yakni pembagian dan pengurangan, sedihnya minta ampun" -Oh iya, seorang kawan itu tukang rendang kemasan, suka rendang? ayo bisa order via sms atau BB nya tuh-

Sebagai starter di bisnis ini, saya sendiri yang mengurus penggajian, ini berarti hari Sabtu di minggu ke-4 setiap bulan, sedari pagi saya sudah bersiap di depan komputer merekap hasil kerja selama sebulan, sinkronisasi akumulasi kasbonan, menjumlah-jamleh jam lembur dan lain sebagainya. Oke cukup tentang konveksi. Kini balik lagi ke perihal ulang tahun.

Sebetulnya seingat say,a sedari kecil orang tua memang nggak pernah membiasakan perayaan ulang tahun, saya berbaik sangka karena mereka memang membiasakan punya pola hidup sederhana, maksudnya di lingkungan saya juga setiap ada anak yang lain ulang tahun, biasanya suka bikin-bikin acara gitu kan, pake undangan "Tiada kesan tanpa kehadiranmu".

Mengenai hidup sederhana ini Ibu saya hingga sekarang jika ingin bepergian kalau hanya memungkinkan menggunakan kendaraan umum, berangkatlah beliau, padahal kendaraan pribadi ada (biasanya yang ngga ada yang menyupirinya), saya sendiri jika memang harus bepergian jauh-dekat dengan menggunakan motor, it's okay, emang ngga punya mobil kok hehehe... Menurut saya hidup sederhana itu semacam pilihan hidup dan pola pikir, kamu bisa dengan uang yang sedikit tapi hidup berlebihan dan sebaliknya kamu bisa punya uang banyak tapi hidup sederhana, see? ngga ada hubungannya dengan uang kok.

- Hingga paragraf ini, saya baru menulis judulnya, jijik yah? :) -

Berbicara lagi tentang ulang tahun, sebetulnya adik saya yang bungsu hampir di setiap ulang tahunnya minimal kue ultah mah ada sih, kali ini mungkin ibu saya jadi rada fleksibel, ini tidak terlepas dari "intervensi" saudara-saudara yang lain yang menginginkan ada semacam perayaan kecil, semacam syukuran privat di rumah, kuenya biasanya saya sih yang banyak makan :D

Pas paragraf ini rupanya ibu mertua saya yang datang dari Ciparay Bandung sedang membuat tumpeng, in ibukan saya yang request ya, swear deh... saya malah canggung dibikinin beginian. Tapi jangan kahwatir, hanya beberapa jam lagi 1 November akan berakhir.

Jadi intinya gini deh, buat saya ultah saya pribadi ngga spesial-spesial amat, ada yang ingat satu-dua orang ya Alhamdulillah, nggak ada yang inget juga saya ngga kecewa, beneran, biasa aja kok. Nah tapi saya memang kepikiran kapan-kapan jika di tahun-tahun mendatang saya masih sibuk, ingin sekali jika memang ingat, ultah saya sendiri saya jadikan hari libur untuk pribadi juga. Jadi kalau ultah/maulid nabi Muhammad diperingati seluruh umat islam dan di beberapa tempat jadi libur nasional, maka saya ingin untuk saya sendiri pas 1 November jadi hari libur untuk saya pribadi. Keren kayaknya. "Eh, kok ngga kerja?" mereka tanya, saya jawab: "Nggak lah, kan lagi ulang tahun" gimana? keren nggak?


Tapi terimakasih banyak untun yang sudah ngucapin, Mang Emi juga ini berbaik hati ngasih tau kalo Google ngasih kue ultah di desktop saya.

ataedun Web Developer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar