Mudah-mudahan Betah


Blog ini saya tulis pas adzan Ashar terdengar di toa-toa masjid sekitar, hari sudah mulai hangat, ya hangat supaya tidak terdengar seperti keluhan, sebab sejatinya masih panas sih, sepanjang jam 12 hingga jam 2 tadi saya sudah keluar bolak-balik 3 kali, walaupun hanya dalam jarak yang dekat, panas sang surya (hadoh sang surya) terasa sangat menyengat, sumpah, panas! bukan ngeluh yah, ini mah laporan cuaca.

Di seberang bangunan yang sekarang saya duduk didalamnya, adalah tempat produksi kaos, iya kaos. Apa? ngga ngerti? iya kan saya udah bilang berkali-kali saya bikin konveksi kaos sekarang, jadi kalo mau bikin kaos, ya ayo sini dibantuin. Di tempat produksi kaos itu terkumpul orang-orang terpilih, beberapa karena skill, beberapa karena secara kultur sudah cocok, jadi yang tanpa skill pun diajari saja. Saya dengar satu-dua orang cekikikan, suara wanita, biasanya ini berarti ada satu-dua juga yang laki-laki sama-sama sedang tertawa. Gara-garanya macam-macam, kadang karena lagi bercanda biasa, atau sedang membahas lagu (membahas liriknya atau langgam jogetnya), atau entah apalagi kadang saya juga seperti lost in translation, sepertinya ada pembahasan-pembahasan mereka yang saya sangat awam karena tidak mengikuti dari awal.

Tapi, bagaimanapun bukan perihal apa yang mereka bahas sehingga membuat mereka masih tertawa di medio hari ini, melainkan fakta bahwa mereka masih tertawa hari ini, mungkin sejenak mereka sedang tanpa beban, jika ada masalah mereka juga sedang lupa, jika ada deadline mereka juga tidak terburu-buru karenanya. Fakta yang membuat saya juga sedikit lepas dari kekhawatiran, khawatir jika mereka tidak suka berada di konveksi.

Menurut saya sejauh ini, jika memastikan finansial terus cukup untuk menggaji karyawan adalah hal yang penting. Maka hal lain yang tidak kalah penting adalah memastikan mereka juga merasa aman secara mental, jika disimplifikasi ini berarti memastikan mereka bahagia saat bekerja.



Apa saya sudah berhasil? Wallahu A'lam, saya masih deg-degan hingga hari ini, entahlah, jika sebelumnya saya bilang saya adalah orang yang kaku dan sangat robotik, tapi jauh dalam hati saya (idih kayak lirik lagu gini) saya menyimpan kegelisahan-kegelisahan yang lebay semacam ini.

Sepanjang perjalanan konveksi ini, sudah berkali-kali pergantian formasi, ada yang karena skillnya kurang mumpuni padahal seharusnya sudah cakap, karena untuk beberapa posisi saya menginginkan orang yang sudah "siap pakai", ada juga posisi yang hanya memerlukan kesiapan fisik saja, skillnya bisa diajarkan, tapi harus ngeklik dan cocok dengan kultur disini. Untuk mengisi pos ini saja disini sudah berganti-ganti entah berapa kali saya ngga mau bilang, padahal bisa dihitung jari sih :D, karena percuma saya pikir merekrut orang untuk bekerja tapi hatinya tidak berada disana, saya tidak sedang memikirkan perusahaan saya, justru sebaliknya, saya sedang memikirkan yang kerja, kasian kan, kayak burung yang terkurung, ih burungnya emang terkurung sih (di celana) ( ih apa sih.. ngga penting)

Saya belum punya formula, bagaimana mengelola tempat kerja supaya setiap orang yang ikut membantu terus merasa bahagia bahkan dalam kesulitan apapun. Tapi parameter saya sekarang sih baru satu, jika dari seberang sini masih ada yang terdengar cekikikan sesekali atau ada gelegar tawa yang meledak secara berjamaah (asal jangan sering-sering), berarti saya hanya tinggal memastikan finansial yang merupakan hak mereka tercukupi saja dulu.

nb: Aduh, ini mana lagi invoice minggu kemaren belum cair aja :(
Jangan lupa komen yah.. Kalo sering komen siapa tau dapet kaos.



ataedun Web Developer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar