PERSIB BIKIN JANTUNGAN


1. Selepas solat Maghrib saya dan kawan-kawan konveksi berangkat nobar final menggunakan mobil Carry yang dulu juga disebut mobil punkrock, karena seringkali digunakan untuk manggung sama band saya (ganteng-ganteng gini, saya dulu juga nge-band). Tepat di kawasan Taman Lalu Lintas, kemacetan sudah dimulai, iring-iringan konvoi motor bobotoh yang hendak menyaksikan nobar di balkot rupanya penyebabnya, penuh sesak sumpah.

2. Tidak jauh dari titik mula macet, seorang kawan melihat TV di sebuah cafe, rupanya kickoff sudah akan dimulai, berbeda dengan semifinal yang kickoffnya digelar pukul 8, kali ini jam 7. :(

3. Rupanya Balai Kota sudah penuh, bahkan setelah ada 3 layar besar. Seingat saya di kantor polisi Jl. Jawa yang juga biasa menjadi tempat untuk membuat SIM akan digelar nobar, melajulah kesana, tapi sepi, rupanya tidak ada nobar disana.

4. Kami lanjut menuju Lapangan Gasibu, saya pikir akan meriah juga disana karena lapangnya besar. Tapi, sepi, tidak ada kegiatan nobar disana.

5. Hopeless, karena opsi untuk menonton di Gor Pajajaran, atau GSG biofarma akan sia-sia, sebab akan tercegat macet luar biasa.

6. Jadilah selama pencarian itu, di dalam mobil kami mendengarkan saja laporan langsung dari RRI :(

7. Sebelum memutuskan pulang lagi, kami mampir dulu di Viking Fanshop, dan memang disana ada layar lumayan besar dengan infocus, tapi nontonnya ngga seru, selain karena hujan, juga ya sedikit.

8. Menjelang babak 1 berakhir, kami benar-benar pulang kandang saja, mending nobar di konveksi saja. Dalam perjalanan pulang, ada gol penyeimbang hasil gol bunuh diri P. Wanggai. Kami bersorak sorai di dalam mobil.

9. PErsib memang berbalik unggul, tapi permainan menjadi semakin buruk, entah salah strategi atau memang kelelahan, tapi termasuk komentator juga keheranan dengan permainan Persib. Benar saja, Persipura menyamakan kedudukan lewat Boaz, bahkan saat mereka bermain dengan 10 orang saja.

10. Ferdinand Sinaga yang bermain kurang oke saat itu, malah seperti terlihat bersitegang dengan M. Ridwan, pemandangan yang membuat bobotoh layar kaca semakin hariwang apa Persib bisa juara tahun ini.

Itu adalah 10 daftar antiklimaks kemarin yang sempat saya ingat hari ini, saya dan mungkin kawan-kawan lain juga tidak pernah membayangkan bahwa perayaan Persib melaju ke final hanya akan berakhir di kamar/mess konveksi saja dengan layar kaca sebesar 30 inch beserta 80 buah gorengan. Tapi rupanya skenarionya belum selesai, karena:



ataedun Web Developer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar