SOMPRAL


Tidak seperti biasanya, sudah 2 minggu ini Jeki tampak selalu murung, seperti tidak bergairah dengan apapun, sebelumnya makannya selalu terlihat berselera walaupun tidak pernah banyak -ini terlihat dari tubuhnya yang kurus, kini tampak seperti ingin memenuhi kewajiban mengisi perut yang kosong saja, jika bisa mengenyangkan perut hanya dengan 10 kedipan berturut-turut, mungkin itu yang akan dia lakukan.

Bicaranya jadi jarang, sejarang giginya. Beberapa hilang sepertinya bekas hantaman bogem, yang lainnya memang berderet berjarak, sangat cocok jika dipasangi behel, tapi prinsipnya yang: "Cowok itu ditatto bukan dibehel" benar-benar dia terapkan dalam kehidupannya, walaupun hingga sekarang tatonya belum bertambah, masih satu saja di bisep kanan, gambar entah macan entah hewan fantasi, mungkin artis tatonya beraliran surealis. Sekarang hanya bicara seperlunya, menjawab pertanyaan jika sedang berselera, selebihnya hanya diam.

Kabarnya habit baru ini dipicu karena tim PSVD (Persarikatan Sepakbola Viaduct) melaju hingga final, PSVD adalah musuh bebuyutan dari tim kesayangan Jeki PSBV (Persarikatan Sepakbola Batavia), Jeki murung bukan karena kesal tim musuh bebuyutan ke final, tapi dia sedang ketakutan akibat ulahnya mengunggah foto memakain kaos dengan desain sompral semodel nazar: "Kalo PSVD SAMPE JUARA, GW KAWIN SAMA MONYET", gelagatnya PSVD memang meyakinkan akan menjadi juara, di babak delapan besar tidak sekalipun terkalahkan, sebaliknya PSBV sedang tidak bagus musim ini, mereka terjungkal semenjak babak penyisihan.

Di zaman serba terkoneksi ini, Jeki benar-benar khawatir jika sampai PSVD juara akan ada yang orang-orang yang mencarinya hanya untuk sekadar menagih janji, bahkan dalam pikiran terliarnya para pencari itu datang sembari membawa monyet, bukan hal sulit sepertinya karena profesi topeng monyet sangat mudah ditemui, urusan monyetnya mau dikawin atau ngga ya urusan nanti. Seperti mustahil akan ada orang-orang yang mau berepot-repot blusukan hanya untuk sekadar menagih janji, tapi bukankah pasca pemilihan Presiden kemarin ada yang mendatangi rumah selebritis Mamad Bani, menagih janjinya yang akan memotong anunya itunya (aduh apanya yah) jika capres lawan yang menang? terlepas bahwa nazar Mamad Bani ternyata hoax, fakta yang tidak bisa diremehkan adalah sungguh di antara ratusan juta jiwa di bumi pertiwi ini, bukan mustahil ada satu-dua yang mau berepot-repot.

Ah! Semakin galau saja Jeki, kabarnya kini mesin pencari di internet semacam Gugel bisa mencari berdasarkan foto, galau karena mungkin sudah beratus-ratus foto dia unggah di internet, bukan tidak mungkin akan ketahuan, mulai dari nama, berlanjut kepada nama lengkap, ah apalagi namanya sekarang mungkin sudah terekam di e-ktp, bukan tidak mungkin database akan dibobol oleh orang-orang yang mau repot, semua pikiran terliar terus masuk ke otak, membuat indera-inderanya tidak sempat merespon hal lain seperti citarasa makanan, otaknya sudah penuh dengan imajinasi liar perihal kawin dengan monyet ini.

Kabar terbaru, sudah ada BC di Blekberi menyebarkan nomer kontak lengkap dari Jeki ini.

Pacarnya Cani yang juga anggota The Bats (sebutan suporter PSBV) sudah lebih dulu memutuskannya, anehnya alasannya karena tidak ingin dimadu atau dijadikan istri ke-2 hmm... malangnya, tersisa kawan-kawannya yang masih memberi dukungan moral, mereka bilang akan membantu masalah biaya perkawinan, kawannya yang tukang setting di percetakan siap untuk membuatkan desain undangan gratis, oh.. sungguh dukungan yang menjatuhkan martabat, kawannya yang lain yang membuatkan kaosnya sekarang sudah pergi merantau, dipanggil ke pulau seberang untuk menjadi tukang sablon, tidak ada kabar lagi, kebiasaannya memang menganti nomer handphone, simcardnya lalu dikoleksi. Aneh.

Hari ini adalah H-1 sebelum PSVD bertanding melawan Pershimer (Persatuan Sepak bola Hitam Merah), linimasa medsos Jeki belum ada satupun diisi oleh status-status kemarahan dari para fans tim lawan, untuk hal ini Jeki boleh lega, karena ini berarti identitasnya belum ada satupun yang tahu, tapi linimasa di wall orang lain terutama untuk grup yang berhubungan dengan PSVD sudah bertebaran ancaman-ancaman, dengan bahasa kasar pula, siapapun yang merasa menjadi target akan dibuat ciut nyalinya, jika boleh dramatis, tato macan fantasi di bisepnya seketika akan berubah menjadi kucing anggora jika membaca status-status mengerikan itu. Entah sudah berapa liter ludah yang Jeki telan sendiri. Kini sehari berjalan begitu lambat dan mencekam.

Benar saja, PSVD juara lagi setelah 2 dekade menunggu. Perayaan tampak di sudut manapun di kota ViaDuct, semua orang tumpah ruah, ada yang mengggunakan motor (cicilan), ada yang memakai mobil (pinjaman) ada yang hanya melambai-lambai di pinggir jalan, sepertinya hanya sedikit yang ingin berdiam diri di rumah. Semua orang bersorak gembira tumpah ke jalan.

Tapi bagi Jeki, langit rasanya runtuh. Ini mungkin puncak galau sepanjang hidupnya, mengalahkan gelisah saat diputuskan Cani.

Seminggu kemudian, euforia kemenangan PSVD mereda. Linimasa status Juara dan penagihan janji sudah hampir lenyap, hanya ada satu-dua, yang ini sepertinya status yang dikirim dari pelosok, mungkin internetnya lambat, jadi baru sampai sekarang. Aneh lagi.

Tapi sudah seminggu ini pula Jeki juga tidak terlihat, teman-temannya pun mengaku tidak bisa menghubungi, kebanyakan karena tidak punya pulsa. Padahal kabarnya tidak ada yang sampai berepot-repot menyusul rumah Jeki untuk menagih nazar sompralnya.

Waktu berlalu lumayan lama...

Di salah satu perempatan kota tempat PSBV bermarkas, terlihat ada "pertunjukan" topeng monyet, menggunakan peralatan kerja pada umumnya, motor-motoran, topeng boneka, sajadah kecil dan egrang juga. Pawangnya memakai topi membentuk bayang-bayang pada matanya, berkumis dan berjanggut seadanya, giginya berderet berjarak. Memakai kaos tanpa lengan, di bisepnya terlihat seperti ada gambar hmmm... macan?




ataedun Web Developer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar