BERHATI NOBITA


Jika baru pertama nonton, kamu pasti akan sekaget Nobita dan Doraemon dari masa lalu yang sedang melihat Shizuka versi masa depan saat menyatakan kepada ayahnya bahwa dia ingin membatalkan pernikahannya dengan Nobita. Tapi kamu sekaligus akan lega karena alasannya adalah Shizuka khawatir jadi harus meninggalkan ayahnya, dia merasa belum membalas budi, dialog berikutnya lebih dahsyat lagi, nonton aja sendiri.

Untung saya ngga nonton bareng istri, ini salah satu scene yang membuat saya berkaca-kaca, membuktikan sekali lagi kalau hati memang bagaimanapun tidak terbuat dari batu, akan ada saja yang bisa menyentuh lalu melelehkannya, lalu lelehannya keluar lewat mata yang berair :)

Doraemon Stand by Me, ini bukan film untuk anak-anak, plotnya agak rumit karena acapkali bolak-balik waktu, dan juga kontennya memang kurang cocok sih, tapi tentu saja ini film yang harus dibuat, penontonnya adalah anak-anak jaman dulu yang sekarang sudah dewasa. Saya kira orang-orang seumuran saya di perkotaan mungkin pernah "hidup" bareng dengan Doraemon, mungkin beberapa menyesal kenapa tidak sesial Nobita, karena dengan kesialannya malah ada Doraemon yang diutus dari masa depan untuk membantu. Beberapa lainnya ikut menikmati dalam imajinasi masing-masing bisa menggunakan fasilitas-fasilitas ajaib dari robot kucing masa depan ini.

Tapi sejujurnya yang paling saya suka dari film ini adalah pesan moral yang dicontohkan dalam hal-hal yang begitu dekat, bukan tentang merubah dunia, tapi tentang merubah diri sendiri, atau membantu orang-orang terdekat kita yang sedang terpuruk. Bukan juga tentang berkawan dengan orang yang banyak, tapi tentang menghargai kebersamaan dengan orang-orang terdekat di sekitar kita pada sekup yang lebih kecil. Sesekali ketika menonton saya malah jadi ingat si Kakang anak saya, sedih karena kadang-kadang saya lepas kontrol lalu marah semarah-marahnya, ah padahal rambutnya seperti anak lugu, ya persis nobita itu, lurus berponi dan tipis juga jatoh.



Saya tidak ingin berpanjang-panjang, tapi ketika menulis ini ada yang masih saya ingat sekali, yaitu tentang Nobita yang hatinya begitu besar dan pernah memutuskan bahwa Shizuka lebih baik tidak bersamanya, karena Nobita menganggap dengan segala kekurangannya hanya akan membuat Shizuka tidak bahagia, sungguh sangat tidak egois. Tapi di masa depan justru itu yang membuat ayah Shizuka setuju, bahwa Nobita adalah orang biasa tanpa bakat apapun, tapi bisa merasakan kesedihan orang dan selalu ingin membuat orang lain bahagia, ayahnya Shizuka yakin Shizuka akan bahagia bersama Nobita.

Dan saya berkaca-kaca, bahkan untuk menjadi seperti Nobita saja saya masih jauh. Saya jadi takut sendiri saya tidak menjadi sumber kebahagiaan untuk keluarga. Omegot, Ya Tuhan, sentuh terus hati saya yang keras ini walaupun tidak terbuat dari batu.

Ah ya udah yah, yang ngga punya bioskop Blitz di kotanya, atau keburu udahan filmnya di bioskop, atau emang males ke bioskop, download aja, film ini saya rekomendasikan. :)

Udah ya, mau nangis dulu.

ataedun Web Developer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar