Energi itu Bernama Ibu




Serius! Play dulu soundcloudnya! serius!

Kala itu hujan deras sekali, untuk menggambarkan sederas apa, saya bisa bilang jika seandainya saya sedang berkendara dengan mobil, saya akan memilih memarkir mobil masuk ke dalam tempat parkir indoor. Serem cyiin!

Tapi bagi Mang Emi, guyuran hujan sebesar itu jadi seperti gerimis, dengan memakai jas hujan merek SLAB yang dibeli dari Umed (dengan harga yang spesial juga, kamu bisa kontak Umed di 0813200-44905), Emi bersikeras memacu motor, bergegas berbelanja bahan kaos supaya orderan juga terselesaikan.

Alasannya saat itu "memaksakan" diri menembus hujan adalah karena pada saat yang sama di Ujung Berung sang Ibunda telah menunggu untuk diantar pergi, alih-alih membatalkan satu agenda, Mang Emi lebih memilih menyelesaikan keduanya sekalipun konsekuensinya adalah bertaruh dengan hujan, ya bertaruh, saya sendiri enggan membayangkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi saat kita mengendarai motor dalam hujan yang super deras sambil mengangkut bahan juga.

Tapi tentu saja saya tidak sedang membicarakan diri saya, yang jika gerimis membesar sedikit lalu akan menepi dan berteduh di toko emas, saya sedang membicarakan Mang Emi, yang jika konteksnya adalah Ibu, maka ini adalah variabel yang sangat prioritas untuknya. Jika ada energi yang menyumbang sejumlah adrenalin sampai-sampai dia berani bertarung dengan hujan, maka energi itu bernama Ibu. iya! Ibu.

Maka sejenak setelah mengantarkan kain hasil belanja ke konveksi, dia kemudian melanjutkan perjalanan, masih dalam rangkaian hujan yang sama, dalam balutan jas hujan SLAB yang sama, motor yang sama, dan ah tentu saja wajah yang sama. Kemana? Ke Ujung Berung guna menunaikan titah suci dari sang Ibu.

Pada hari itu, hanya kejadian ini yang terekam dalam ingatan saya, mungkin sudah 2 minggu yang lalu, tapi merasa berhutang untuk membagi rekaman ini dengan dunia :D

Saya belajar banyak dari orang ini bagaimana seharusnya sabda nabi tentang ibu terimplementasi dalam kehidupan keseharian. Jika ibu kita lebih prioritas bahkan sejumlah tiga kali lipat dibanding ayah kita, maka adakah lagi yang lebih penting? Tuhan saja bahkan meletakkan ridho-Nya di ridho Ibu kita, terakhir jangan lupa juga bahwa kita bisa mencari surga di telapak kaki ibu.

Jadi kapan-kapan sedang hujan deras, lalu ibu menyuruh kamu, jangan tunda, ayo pergi! beli jas hujannya dari sekarang! Hubungi Umed okey, serius ini bukan iklan.

Oh Iya, Selamat Hari Ibu. 
ataedun Web Developer

2 komentar:

  1. Jadi tokoh utamanya siapa ini teh? kang mang emi atau umed? hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emi sama Umed aja lah, biarin da aku mah apa atuh? cuma daki selangkangan

      Hapus