Hilang Alergi di Akhir Tahun




Temuan paling keren menjelang akhir tahun ini bagi saya adalah paragraf ini:

Bila Anda digaji Rp 5 juta tapi Anda bekerja seperti bergaji Rp 10 juta, maka Allah akan membayar lebihnya dgn kesehatan, karir, keluarga sejahtera, masa depan yg lebih cerah, atau semisalnya.Namun bila Anda bekerja seperti orang bergaji Rp 2 juta, maka Allah pun akan menuntut sisanya dgn memberi Anda kesulitan, hutang, sakit, kesempitan atau terus merasa kekurangan, dan sejenisnya.
Jadi bekerjalah dgn maksimal, ikhlaslah, niatkan utk ibadah. Yakin dan perhatikan apa yg akan Allah buat untuk kesuksesan Anda.

Ini seperti menuntaskan pencarian saya akan jawaban dari pertanyaan "Naha asa kieu-kieu wae" (Kenapa kok berasa gini-gini terus) kala badmood sedang melanda.

Saya ngga mau ke-GR-an dengan menganggap saya adalah termasuk orang yang bekerja seperti bergaji 10 juta itu, tapi temuan ini memang meneduhkan bagi saya, bahwa jika setiap Dhuha saya meminta untuk memiliki uang besar setiap bulannya, maka Tuhan mungkin akan mengkonversinya dengan hal-hal lain, seringnya luput dari kesadaran saya, tapi seharusnya sih saya bersyukur saja.

Lalu saya ingat, tahun ini ternyata akan saya tutup dengan hilangnya alergi protein susu sapi yang tadinya diidap si Kakang, karena sejauh ini Kakang baik-baik saja setelah minum susu, and it means world! really.

Istri (pertama) saya, Susan juga sepertinya sedang mengalami tahunnya dengan mendapatkan jackpot pergi ke London, yang lalu dia rancang sendiri perjalanannya menjadi keliling Eropa, dan full akomodasi, sayanya ngga ikut :( hehe..

Di kesempatan lain yang saya juga sudah lupa, Tuhan pasti sudah berkali-kali menyelamatkan saya dari bencana, melapangkan urusan juga, memudahkan segala kesulitan, dan yang terakhir tentang hutang, ya belum lunas sih, tapi ya Alhamdulillah ngga ada debt collectornya :)

Selebihnya, saya kira ada banyak sekali kejadian bagus dari Tuhan untuk saya di tahun ini yang dimensinya sudah berbeda sampai-sampai tidak akan bisa dikomparasi dengan nilai uang, it's priceless, tidak ternilai harganya.

Begitulah.

Jadi bagaimana dengan tahun kamuh?
ataedun Web Developer

2 komentar: