Selasa, 09 Februari 2010

VIRCA REFILL INK

Suatu kali saya pernah ditawari juga buat menggarap desain grafis untuk kemasan botol tinta refill, tanpa ada brief concept apapun dari sang pemberi kerjaan, tapi buat saya sih asal masih bisa dikomunikasikan ya lanjut saja lah... berikut cuplikan salah satu grafisnya (untuk konsep dan gambar desain lengkapnya, akan saya upload di postingan berikutnya)


Selasa, 02 Februari 2010

NUMPANG EKSIS DI BUKU MABOOK FACEBOOK

Sepertinya langkah saya untuk menjadi terkenal di negara ini sudah semakin dekat... hahaha...
Becanda deng... jadi ceritanya dua sepupu saya beberapa hari yang lalu sempat jalan-jalan di toko buku Gramedia, ketika tiba-tiba terhenti di rak buku-buku novel kecil (kalau tidak salah pas diskon juga sih..), dan mereka kaget bukan main sampai-sampai gelas yang ada di tangan jatuh, foto di dinding pecah, cermin retak (wah berlebihan gini) ketika melihat back cover buku yang sedang dilihat-lihat oleh mereka, rupanya ada beberapa foto mengagumkan saya, terhitung ada 3 buah... woww... plus satu teman saya juga dan plus satu (foto ) istri saya juga, heuheuheu...

Karena penasaran, hari minggu kemarin saya menyempatkan berkunjung ke toko buku tersebut bersama istri saya, untuk membuktikan kebenaran dan kebetulan informasi tadi. Dan ya... memang benar rupanya, saya harus merelakan foto saya yang eksklusif itu terekspos dan mungkin akan dilihat ratusan orang, heuheuh...


Foto saya yang dilingkari merah, dan yang dilingkari tengkorak itu istri saya (no offence ya san, becanda kok, pan special, jadi dibedain lingkarannya, hehehe...), dan yang kanan ujung itu masih temen saya juga.

Usut punya usut, ternyata yang merancang cover buku tersebut adalah studio Kebun Angan, studio tempat saya dulu pernah bekerja, tidak mengherankan memang, karena mungkin dulu saya sering titip foto disana, hehe...

Terima kasih buat teman-teman disana sudah mendekatkan saya ke popularitas. :))



Undangan: SCOOTERLOVERS (2)

Oke, meneruskan postingan sebelumnya...
Jadi, setelah saya merampungkan pekerjaan desain untuk undangan ini, beberapa hari kemudian sang klien datang lagi dengan wajah bingung, seperti ada yang mengganjal di tenggorokannya, dan setelah duduk barulah dia menceritakan perihal kebingungannya itu.
Rupanya sang calon mertua kurang berkenan bila harus mencetak kartu undangan dengan desain seperti itu, terlalu remaja katanya... kurang cocok untuk para calon tamu yang banyak diantaranya adalah pejabat, dan orang-orang kantoran (sebut sajalah begitu), harus lebih resmi lagi desain undangannnya.

Jadilah dia (klien) meminta saya lagi untuk mendesain ulang dalam format satu lembar supaya bisa dicetak dalam jumlah yang sedikit untuk dibagikan kepada teman-teman "remaja"nya, hehehe...

Dan inilah desainnya, hanya menta letak kembali desain yang sudah ada dalam ruang A4, dengan proporsi yang sudah dirubah sedemikian rupa. Dicetak sablon di atas kertas art paper 210 gr.





Kamis, 28 Januari 2010

Undangan: SCOOTERLOVERS

Ini adalah projek kedua saya yang sama-sama bertema scooter. Tidak mengherankan memang, sebab klien saya yang ini adalah kakak dari klien "undangan scooter" saya yang pertama.
Sebetulnya pengerjaan undangan ini jadi lebih ringan karena untuk (sebut saja) desain produknya sudah ada, maskud saya bentuk fisiknyaseperti lipatan, ukuran, format kemasan, dll sudah merujuk dari percetakan, saya hanya diminta untuk mengurusi grafisnya saja.






Nah, dimulai dari konsep besarnya, dari beberapa yang saya tawarkan, konsep pada postingan ini yang dipilih.

Konsep ini seperti bercerita dalam fragmen-fragmen, terpisah-pisah dalam ruang masing-masing tetapi sebetulnya semuanya saling terkait, ini seperti ketika kita melihat jaket/rompi skuteris yang ditempeli banyak emblem/patch. Jika kita lepas satu persatu mungkin akan terkesan sangat berbeda ketika yang terpisah tadi disatukan dalam medium yang sama yakni di jaket, seperti cerita tidak bersambung tapi memang terkait. Bingung? ah sama...

Tetapi dalam kartu undangan ini, saya merepresentasikan konsep tadi dengan lebih "sopan", teratur. Ya supaya kesan formalnya masih terasa.

Ah silakan menyimak...

Oh ya, cerita tentang kartu undangan ini belum selesai, masih ada lagi di postingan berikutnya.